Wisata Budaya

1.    Padhepokan Seni Mangun Dharmo, Kecamatan Tumpang
Padepokan Seni Mangun Dharma, didirikan oleh seniman - seniman Tumpang pada tanggal 26 agustus 1989 dengan pimpinan direktur artistik adalah M. Sholeh Adi Pramono sekaligus sebagai ketua. Padepokan ini didirikan dengan latar belakang ingin melestarikan  kebudayaan kebudayaan khas Kabupaten Malang.

 

2.    Padhepokan Seni Asmoro Bangun, Kecamatan Pakisaji
Padhepokan seni Asmoro Bangun merupakan salah satu sentra seni Kabupaten Malang yang secara khusus mengembangkan kesenian Topeng Malangan. Padhepokan ini didirikan oleh sang maestro Mbah Karimun yang saat ini diteruskan oleh keluarganya untuk melestarikan kesenian  Topeng khas Kebudayaan Malang. datang dan saksikan workshop pembuatan topeng serta pertunjukan tari topeng di panggung pendhopo di sekitar padhepokan tersebut. Padhepokan Seni Asmoro Bangun juga menyediakan merchandise topeng berupa topeng untuk hiasan dinding, topeng tari, aksesoris (gantungan kunci, topeng kalung, hiasan pensil).

 

3.    Candi Singosari dan Arca Dwarapala, Kecamatan Singosari
Candi Singhasari atau Candi Singasari atau Candi Singosari adalah  candi  Hindu - Buddha  peninggalan bersejarah Kerajaan Singhasari . Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 M di halaman komplek candi, candi ini merupakan tempat "pendharmaan" bagi raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292 akibat istana diserang tentara Gelang-gelang yang dipimpin oleh Jayakatwang. Kuat dugaan, candi ini tidak pernah selesai dibangun. Sehingga dari candi ini kita mengetahui bahwa penghiasan candi dilakukan saat bangunan telah disusun mulai dari bagian atas ke bawah.

 

4.   Stupa Sumberawan, Kecamatan Singosari
Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari dan digunakan oleh umat Buddha pada masa itu. Pemandangan di sekitar candi ini sangat indah karena terletak di dekat sebuah telaga yang sangat bening airnya. Keadaan inilah yang memberi nama Candi Rawan. Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur.

 

5.   Candi Jago, Kecamatan Tumpang
Candi Jago berasal dari kata "Jajaghu", didirikan pada masa Kerajaan Singhasari pada abad ke-13. Candi ini cukup unik, karena bagian atasnya  hanya tersisa sebagian dan menurut cerita setempat karena tersambar petir. Relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di candi ini. Candi ini mula-mula didirikan atas perintah raja Kertanagara untuk menghormati ayahandanya, raja Wisnuwardhana, yang mangkat pada tahun 1268. Dan kemudian Adityawarman mendirikan candi tambahan dan  menempatkan Arca Manjusri yang sekarang tersimpan di Museum Nasional.  
 
6.    Candi Kidal, Kecamatan Tumpang
Salah satu candi peninggalan Kerajaan Singhasari yang merupakan pendharmaan raja keduanya, Anusapati. Candi ini memiliki ketinggian ±12 meter dengan tiga bagian candi. Sesuai dengan namanya Kidal (bahasa jawa : kiri) candi ini bersifat prasawya yaitu pembacaan relief dari kanan ke kiri atau berlawanan dengan jarum jam. Relief pada candi ini bercerita tentang kisah Garudeya menyelamatkan ibunya dari sang Kardu.
 
7.    Candi Badut, Kecamatan Dau
Candi Badut terbagi menjadi 3 bagian yaitu kaki candi, badan candi, dan kepala candi. Sebuah bangunan candi induk dengan arca Durga yang terletak di sebelah utara dan lingga yoni di dalam badan candi, pondasi candi perwara 1 buah arca nondi dan lingga yoni serta reruntuhan batu candi yang tersusun di halaman. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Kanjuruhan dan merupakan candi tertua di Jawa Timur.


Last Update:04-05-2015 14:57